Rektor IAI Tulang Bawang Hadiri Forum Strategis PTKIS Lampung 2026, Dorong Transformasi Mutu dan Daya Saing Kampus
Bandar Lampung, 25 Oktober 2026 – Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tulang Bawang, Dr. Gugus Kriswahyudi, M.Si., menghadiri Forum Strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Lampung Tahun 2026 yang diselenggarakan di UIN Raden Intan Lampung, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Tata Kelola dan Budaya Mutu PTKIS Menuju Perguruan Tinggi Unggul dan Berdaya Saing.”
Forum strategis tersebut menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. KH. Sahiron, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan penguatan komitmen pimpinan PTKIS dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan, kualitas akademik, serta daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini turut dihadiri Koordinator Kopertais Wilayah XV Lampung, Prof. Wan Jamaluddin; Sekretaris Kopertais Wilayah XV Lampung, Dr. Wahyu Iryana; Ketua Forum Pimpinan PTKIS Lampung, Dr. Agus Setiawan; Sekretaris Forum, Dr. Ahmad Hadi Setiawan; serta para rektor dan pimpinan PTKIS se-Provinsi Lampung. Dalam struktur kepengurusan Forum Pimpinan PTKIS Lampung, Dr. Gugus Kriswahyudi juga menjabat sebagai bendahara.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Phil. KH. Sahiron menekankan pentingnya penguatan mutu akademik dan pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam melalui langkah-langkah strategis yang terarah dan berkelanjutan. Terdapat tujuh agenda utama yang menjadi perhatian, yaitu penguatan kemampuan kebahasaan dosen dan mahasiswa, optimalisasi akses terhadap program-program Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), penyusunan regulasi dan naskah akademik untuk pembukaan program studi umum, optimalisasi perkuliahan tatap muka, penguatan mutu akademik, pengembangan jurnal ilmiah, serta penguatan penelitian dosen.
Penguatan kemampuan kebahasaan, khususnya bahasa asing, dipandang penting untuk meningkatkan kapasitas akademik sivitas akademika, memperluas jejaring kerja sama, dan mendukung publikasi ilmiah pada tingkat nasional maupun internasional. Sementara itu, optimalisasi akses terhadap program Diktis diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kelembagaan, meningkatkan kompetensi dosen, serta memperkuat kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
Dalam aspek kelembagaan dan pembelajaran, perguruan tinggi juga didorong untuk menyiapkan kajian akademik yang komprehensif dalam pengusulan program studi umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pelaksanaan perkuliahan tatap muka perlu dioptimalkan untuk menjaga kualitas interaksi dosen dan mahasiswa, meningkatkan kedisiplinan akademik, serta memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan.
Penguatan mutu akademik menjadi agenda penting yang harus dijalankan secara konsisten melalui penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta evaluasi program studi secara berkala. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pengembangan jurnal ilmiah yang berkualitas, peningkatan akreditasi dan indeksasi jurnal, serta penguatan budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi.
Di bidang penelitian, perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dosen, memperluas akses terhadap hibah penelitian, serta mendorong hasil penelitian agar memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan keilmuan Islam, dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Ketujuh agenda tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program kerja yang terukur, penentuan skala prioritas, pembagian tanggung jawab, serta evaluasi capaian secara berkala. Dengan demikian, transformasi tata kelola tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga pada terbentuknya budaya mutu yang melekat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Keikutsertaan Rektor IAI Tulang Bawang dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memperluas wawasan strategis dalam pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam. Berbagai arahan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas tata kelola, pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta sistem penjaminan mutu di lingkungan IAI Tulang Bawang.
Melalui forum strategis ini, seluruh pimpinan PTKIS di Lampung diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Penguatan mutu secara berkelanjutan menjadi landasan penting agar perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadapi perkembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global.


Posting Komentar